Monday, August 15, 2016

Ketika Darrell Harus Mengkonsumsi Obat Rimstar Selama 6 Bulan

Assalamu alaikum.

Kali ini saya ingin bercerita tentang bagaimana galaunya saya karena anak saya mengkonsumsi obat Rimstar selama 6 bulan.

Berawal dari #Darrell sariawan hebat dan ternyata juga kena types lalu di opname di RS Soerya Sepanjang - Sidoarjo, dan di tangani oleh Prof. Dr. dr. H. Soegeng Soegijanto Sp.A(K) DTM&H

Baca : Ketika Darrell di Diagnosa Kena Virus KAWASAKI

Saat itu ternyata Darrell langsung di beri obat Rimstar tanpa penjelasan kalau obat itu harus di konsumsi jangka panjang :(

Menurut sang dokter, si Darrell terkena kelenjar, itu yang membuat dia selalu langganan ama batuk pilek plus susah gemuk. Saya yang saat itu memang sudah panik gegara Darrell sudah kelaparan tapi gak bisa makan karena mulutnya infeksi berat oleh sariawan. Akhirnya nurut saja meskipun sebenarnya miris melihat banyaknya obat yang harus di konsumsi Darrell.

Singkat cerita, saya memutuskan untuk berpikiran positif dan nurut apa kata sang dokter.



Hari demi hari berlalu, setiap bulan kami harus balik ke sang dokter untuk kontrol dan meminta resep bulanannya, setiap kali kontrol saya memang bertanya, sebenarnya apa sih penyakit kelenjar itu, setau saya sih kelenjar getah bening dan itu biasanya parah.
Sang dokter hanya mengatakan kalau itu penyakit tropis, dan sangat berbahaya kalau telat penanganannya, di tambah cerita tentang anak rekannya yang juga profesor, masih muda dan ganteng namun harus menderita kanker karena telat menangani penyakit kelenjarnya.

Mendengar cerita tersebut sayapun jadi takut dan nurut saja meski sebenarnya makin hari terasa main berat.
Berat karena Darrell yang pada mulanya hanya mengeluh bosan mengkonsumsi obat yang banyak dan pahit itu (obatnya berbentuk puyer yang tiap bungkusnya berisi serbuk obat yang banyak, jika dilarutkan bisa berukuran 2 sendok makan), lama2 mengeluh mulai merasakan sakit di bagian dada.

Puncak galaunya saya ketika mudik lebaran kemarin, karena obatnya tidak boleh putus di konsumsi, kamipun membawa obat tersebut di sana.
Setibanya di sana, kakak saya yang memang seorang perawat menanyakan obat apa yang di konsumsi Darrell, saya memang belum pernah menceritakan tentang obat tersebut karena biasanya tanggapan mereka membuat saya bimbang mau ngapain, sedang penyakit anak juga gak kunjung sembuh.

Perlahan saya menjelaskan kalau itu obat kelenjar, kata profesor kelenjarnya bermasalah.
Kakak saya yang kepo gak puas begitu saja, dia menanyakan apa nama obatnya, dan si #PapiDady yang memang hafal namanya saking sering menebus di apotik mengatakan kalau obatnya Rimstar.
Hasil test darah Darrell (lupa hari ke berapa nih)

Antibiotik seabrek :'(

Kakak saya kaget, itu adalah obat TBC katanya.
Sayapun ikut kaget, bagaimana bisa Darrell di diagnosa TBC sedang dia gak pernah menjalani tes apapun selain cek darah sewaktu di opname yang mana cuman ada 2 hal yang buruk yaitu adanya positif bakteri Salmonella dan mmm.. saya lupa ada 1 yang aneh, limfosit atau sel darah putih or something like that.

BUTUH UANG TAMBAHAN? KLIK DI SINI

Saya pun gak langsung percaya, dan ngotot itu obat kelenjar bukan TBC.
Mama saya ikutan menambah galaunya saya, katanya TBC itu bukan hanya di paru, tapi di berbagai tubuh bisa terjadi.
Ketika hendak balik ke Jawa, saya semakin galau karena kakak saya mengatakan kalau pemberian obat jangka panjang itu berbahaya, apalagi jika gak yakin terkena TBC.
Obat-obatan tersebut bisa merusak ginjal, dan saya di sarankan untuk menjaga agar Darrell harus rajin minum air putih untuk mengurangi resiko sakit ginjal.

Saya jelas makin galau, mengingat akhir2 ini Darrell sering mengeluh sakit dada. Dan kakak saya bukannya menghibur malah menambahkan agar saya mencoba meraba perutnya, takutnya hatinya yang kena, jadi membengkak karena obat tersebut.
Langsuuuunggg kalang kabut galaunyaaa saya :'(

Karena galau, saya memberanikan diri untuk browsing mengenai hal tersebut, sebelumnya memang telah memutuskan untuk menahan diri dari browsing penyakit-penyakit, karena pengalaman yang sudah-sudah semakin saya mencari tahu tentang penyakit, semakin serem saja mengetahui banyaknya penyakit-penyakit parah dengan gejala yang hampir sama :(

Dari browsing barulah saya sadar, maksud dokter tersebut si Darrell terkena TB Kelenjar, karena gejalanya kelenjarnya membengkak saat pertama kali akan di opname (Yaelaahhh... masa iya kalau mulut kita hancur penuh sariawan hingga infeksi kelenjar di leher gak bengkak?, saya saja kalau sakit gigi leher saya jadi sakiitttt banget)
Selain itu anak saya seriiingg banget batpil, dan kalau udah batpil susah sembuhnya (bukannya bisa jadi alergi yaaa?)

Saat menginjak bulan ke 6 kami pun kembali kontrol pada sang profesor, gak banyak yang beliau sampaikan, Darrell hanya di target BBnya harus naik hingga 22kg, saat itu saya timbang hanya 20kg, jika gak naik, Darrell akan di lakukan pemeriksaan lanjutan dan pengobatannya di lanjutkan hingga sembuh.

Mendengar hal tersebut saya pun segera mengajukan keluhan bahwa Darrell sering mengeluh dadanya sakit, dan saya juga mengeluhkan takut ginjalnya gak kuat.
Ehh sang profesor cuman mengatakan Darrell harus segera di sunat, karena sebal merasa gak nyambung saya pun malas membahasnya lebih lanjut.

Kami lalu memutuskan untuk menghentikan pengobatannya cukup selama 6 bulan saja.

Apalagi setelah browsing-browsing bertemu dengan artikel banyaknya yang salah diagnosa tentang penyakit TB Kelenjar.
Dan berdasarkan hasil browsingan saya, TB Kelenjar itu gak bisa dengan mudah di diagnosa seperi Darrell, harus melewati berbagai pemeriksaan, seperti test darah, rontgen maupun test mantoux.
Dan menurut artikel-artikel yang saya baca gejala TB kelenjar itu adalah :

1. SAKIT & DEMAM LAMA BERULANG ---> Darrell biasanya demam jika batuknya gak kunjung sembuh, apalagi jika sampai pilek. Namun itupun jarang, meskipun batuknya sering.
2. SERING BATUK TANPA SEBAB ---> Darrell emang sering batuk, tapi saya malah curiga dia alergi cuman belum tau alerginya terhadap apa?

3. KERINGAT MALAM ----> Darrell sangat berdarah panas, sama kayak papinya, tapi dia hanya akan keringatan kalau ACnya mati atau lagi rusak hehehe :D

4. PEMBESARAN KELENJAR DI LEHER ---> Kalau ini mah saya gak pernah tau kalau Darrell punya benjolan di bagian leher. Kalau kemarin sampai kelenjar di lehernya bengkak, saya pikir masih wajar karena sariawan di mulutnya emang parah banget.

5. KURUS & SULIT MAKAN ---> Kalau ini mah perasaan Darrell sejak kenal makanan dia gak doyan makan, sukanya jajan itupun moody, kalau menurut saya mah dia picky eater :'(
Kurus emang benar, ya iyalah gimana bisa gemuk kalau males makan, tapi bukan berarti dia TB juga kali ...


Intinya saya masih belum yakin anak saya terkena TB Kelenjar, pengen periksa lebih tapi kasian setelah mengetahui testnya harus di rontgen dan test mantoux.
Gak tega saja, badannya yang kurus itu harus di sinari sinar X, hiks..
Beberapa dokter sih mengatakan kalau rontgen itu gak berbahaya, namun saya masih gak percaya.
Mengingat saya sudah berkali2 rontgen dan setiap kali rontgen saya di tinggal sendirian di ruangan karena petugasnya kabur takut terkena radiasi.

Lahh kalau gak bahaya, kenapa harus kabur? :'D

Sekian kisah saya tentang galaunya hati seorang ibu saat anaknya sakit dan di cekokin berbagai obat.

Sampai berjumpa di postingan selanjutnya yang menceritakan saat Darrell sakit ruam di seluruh tubuhhya.

Mau berkarir dari rumah bersama saya? KLIK DI SINI

No comments:

Post a Comment